Ahad, 28 April 2024, Institut Agama Islam Cirebon melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Pesantren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung. Rombongan dari pihak IAI Cirebon terdiri dari Pimpinan, wakil rektor II, Para Dekan, Para Kaprodi, para Dosen dan Mahasiswa. Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak al-ittifaq. IAI Cirebon saat pertama kali memasuki ruang pertemuan, disuguhkan dengan minuman jus strawberry dari hasil pertanian utama khas Ciwidey yakni buah strawberry. Jusnya sangat segar dan rasanya manis. Selain minuman, disuguhi juga dengan berbagai jenis cemilan yang memanjakan lidah. Sungguh merupakan pertemuan yang sangat hangat dan penuh dengan suasana kekeluargaan.
Pertemuan tersebut diawali dengan sambutan dari ketua rombongan oleh Bapak Masyhari. Beliau menuturkan bahwa maksud kedatangan pihak IAIC adalah semata-mata untuk menjalin silaturahmi dan belajar bagaimana manajemen pesantren dalam mengembangkan usaha agribisnis. Selanjutnya sambutan dari Bapak Ahmad Dahlan. Dalam penuturannya, beliau menjelaskan bahwa kedatangan rombongan IAI Cirebon adalah untuk menjalin silaturahmi dan karena sudah memulai silaturahmi maka silaturahmi tersebut tidak boleh berakhir sampai kapan pun. Perbincangan tersebut berlangsung hangat dan membuat mahasiswa/i IAI Cirebon yang turut serta cepat berbaur dan akrab dengan mahasiswa/i al ittifaq.
Setelah berbincang-bincang di gedung pertemuan, pihak al ittifaq mengajak rombongan IAI Cirebon untuk keliling melihat hasil pertanian dan peternakan yang dikelola oleh pesantren tersebut. Pihak al ittifaq mengatakan bahwa ponpes tersebut berada di ketinggian 1400 mdpl. Hampir 100% masyarakat Ciwidey berprofesi sebagai petani. Saat ini ada sekitar 14 hektar tanah yang dikelola oleh al ittifaq sebagai lahan pertanian dan peternakan. Lahan pertaniannya ditanami strawberry, bawang daun, kol, wortel, sawi putih, kacang merah, seledri, buncis, labu, cabe, tomat, ciplukan dan masih banyak lagi. Selain itu ponpes juga beternak kambing, ikan lele, dan lain-lain.
Keunikan dan keunggulan pesantren al ittifaq adalah bertani, beternak dan berdagang. Pihak ponpes memfokuskan pada ketiga hal tersebut karena pimpinan pondok ingin lulusannya memiliki keahlian bertani, beternak. berdagang agar kelak menjadi pengusaha sukses. Salah satu hal yang unik adalah media tanam strawberry yang ditanam di karung yang diisi tanah tujuannya agar buah strawberrynya tidak menempel di tanah. Setelah melihat-lihat hasil pertanian dan peternakan, berikutnya rombongan IAIC ditunjukkan tempat pengepakan hasil pertanian yang mana pengerjaannya dilakukan oleh para santri/mahasiswa yang sudah terlatih. Hasil pertanian tersebut diambil oleh suplier dari berbagai kota salah satunya suplier dari Cirebon.
Akhirnya seluruh rangkaian agenda kunjungan telah dilaksanakan, maka pihak IAIC pamit dan semoga dapat kembali bersilaturahmi di kemudian hari.
Recent Comments