Oleh: Purwosari, mahasiswi Prodi PAI dan Pegiat Literasi UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Judul buku: Yang Belum Usai
Penulis: Pijar Psikologi
Tebal buku: 187 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2020

Buku yang berjudul “Yang Belum Usai” membahas mengenai mengapa manusia punya luka batin. Buku yang bergenre psikologi setebal 187 halaman ini terdiri dari beberapa bab di dalamnya. Pada setiap babnya membahas tentang apa luka batin, kenapa luka batin ada pada manusia, dan bagaimana cara menyembuhkan luka batin. Membaca buku ini, kita akan disuguhkan banyak sekali manfaat terkait psikologi mental.

Apa itu luka batin?
Di buku ini dijelaskan bahwa seperti luka fisik, luka batin juga butuh disembuhkan. Hanya saja, mungkin proses penyembuhannya tidak sesederhana penyembuhan luka fisik. Luka fisik mudah terlihat, tetapi luka batin siapa yang tahu? Banyak orang bahkan lebih memilih untuk menyembunyikan luka batinnya daripada membicarakannya dengan orang lain. Selain karena sedikit orang yang bisa dipercayai, luka batin juga butuh penanganan khusus seperti kepada psikolog, misalnya.

Dijelaskan dalam buku, bahwa luka batin dalam dunia psikologi terdiri dari beberapa istilah seperti: trauma, primal wounds, dan unifished business. Trauma adalah reaksi emosional terkait pengalaman atau suatu peristiwa yang pernah dialami seseorang, di mana peristiwa itu biasanya menyakitkan batin atau membekas. Berbeda dengan trauma, primal wounds lebih merujuk pada luka emosional yang terus dipendam. Sedangkan, unfinished business adalah tidak tuntasnya permasalahan seseorang. Ketiga penyakit luka batin ini bisa diakibatkan dari luka masa kecil atau mungkin baru-baru ini muncul.

Selain menjelaskan tentang apa itu luka batin, buku ini juga menjelaskan bagaiamana cara menyembuhkan luka batin?

Salah satu cara penyembuhan luka batin itu sendiri adalah dengan self-healing. Proses self-healing ini tentu saja tidak mudah, butuh waktu, dan butuh keseriusan. Penyembuhan luka batin tidak bisa secara instan.

Self-healing adalah perjalanan seseorang untuk keluar dari penderitaannya. Kalau kita sendiri tidak mau berdamai dengan luka, bagaimana perjalanan luka batin itu dapat sembuh? Padahal, pada dasarnya setiap luka batin itu bisa sembuh asal kita mau menerima setiap luka, berdamai dengan luka, dan menghargai setiap luka.

Setiap luka batin itu dapat sembuh dengan cara mencintai diri apa adanya dan senantiasa memberikan afirmasi positif pada diri sendiri. Sebab, setiap manusia tidak dilahirkan sempurna. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada masanya bagi seseorang itu berada di atas, dan ada masa pula di mana seseorang itu akan terjatuh.

Setiap luka batin itu sebenarnya bisa jadi pemicunya adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu, dengan terus memberikan afirmasi positif pada diri, kita diharapkan menjadi lebih bersyukur dan menerima diri kita apa adanya.

Dari buku ini saya juga mendapatkan ilmu tentang apa yang namanya mekanisme pertahanan psikologi. Mekanisme pertahanan psikologi sebenarnya adalah hal yang manusiawi. Mekanisme pertahanan psikologi dapat membantu kita mempertahankan kondisi emosi yang seimbang. Macam-macam mekanisme pertahanan psikologi yang dibahas dalam buku ini, misalnya: denial, represi, displacement, formasi reaksi, dan sublimasi. Jika dipahami dengan baik, dari semua mekanisme tersebut akan membuat kita menerka-nerka, apa kita pernah melakukan mekanisme pertahanan psikologi?

Dalam buku dijelaskan pengertiannya. Denial ialah mekanisme pertahanan yang menyangkal adanya sebuah realita. Represi adalah menimbun kesadaran ke alam bawah sadar sehingga seseorang tidak dapat mengingat kejadian traumanya. Displacement sendiri adalah pelepasan emosi, lebih simpelnya kamu marah sama siapa dan meluapkannya kepada siapa. Formasi reaksi adalah ketika seseorang berperilaku berbeda dari keinginan sebenarnya. Sedangkan sublimasi adalah mekanisme yang mengubah kecemasan (impuls negatif) menjadi lebih positif.

Buku ini memiliki banyak manfaat terutama bagi mereka yang membutuhkan asupan psikologi. Buku ini akan memberikan jawaban dari setiap luka batin yang dirasakan hampir kebanyakan orang. Buku ini juga merupakan mega best seller, terjual hingga cetakan kesepuluh yang diterbitkan pada tahun 2023 kemarin. Namun, beberapa penggunaan istilah asing dalam dunia psikologi akan sulit dimengerti terutama bagi yang baru memulai membaca buku bergenre psikologi. Terlepas dari itu, buku ini tetap menjadi buku yang recommend untuk dibaca, karena pembahasannya yang relate dengan permasalahan-permasalahan dalam hidup.

Mungkin sekian review buku dari saya. Semoga sedikit menambah pengetahuan. Berikut kutipan yang saya ambil dari buku: “Cukup sampai di sini ya luka psikisku, maafkan aku karena telah mengabaikanmu selama ini. Terima kasih telah hadir dalam hidupku untuk mengajariku banyak hal tentang penerimaan dan kebijaksanaan. Sekarang, aku menerimamu sebagai bagian dari hidupku. Aku melepasmu sebagai tanda bahwa aku telah memaafkan diriku sendiri.”
-Yang Belum Usai-