Peresensi: Khoeridinia, ketua Hima Prodi Hukum Keluarga dan aktifis UKM Sahabat Literasi

Tahun terbit/penerbit: cetakan Kelima, Jakarta Januari 2014
Tebal: 428 halaman
ISBN: 978-602-03-0052-8

Kita kembali lagi dalam jadwal diskusi Sahabat Literasi online dengan segmen resensi buku. Kali ini aku akan mengulas buku berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra, sebagai menu pembuka makan malam ini. Mungkin banyak dari para pembaca sudah tidak asing dengan judul pembahasan, baik melalui film ataupun membaca bukunya secara langsung.
Buku ini menceritakan perjalanan sepasang suami istri Hanum dan Rangga mencari jejak IsIam di tanah Eropa. Semua bermula dari Hanum mengikuti suaminya yang mendapat beasiswa studi doktoral di Wina, Austria.
Saat di Austria, ia bertemu dengan Fatma, kawan baru Hanum di kelas kursus bahasa Jerman tingkat pemula. Fatma merupakan seorang Muslim imigran Turki, 3 tahun lebih dulu tinggal di Austria dibanding Hanum. Pertemanan mereka sangat lengket. Fatma sering mengajak Hanum jalan-jalan ke Wina. Fatma layaknya seorang guide, petunjuk jalan bagi pribadi Hanum.
Saat itu, dan mungkin sampai sekarang pun orang-orang ketika mendengar Eropa identik dengan romantisasi Menara Eiffel yang menjulang indah, tempat-tempat wisata dengan ornamen bangunan yang indah, sepakbola yang jago dengan banyak stadion-stadion megahnya. Padahal di balik semua keindahan itu, tersimpan kenangan indah antara Eropa dengan Islam, kenangan yang harus terus dikenang dan dilestarikan di dunia terkhusus orang Muslim, perjalanan yang membuat penulis berziarah ke tempat-tempat yang terdapat jejak peninggalan IsIam dahulu.
Lantas bagaimana kacamata masyarakat Eropa terkait IsIam?
Islam merupakan minoritas di sana. Islam terbilang sangat asing di telinga mereka. Mereka hanya mengingat terkait pengebomam, teroris, dan steorotype lainnya terkait IsIam. Diskriminasi terhadap IsIam sangat digambarkan dalam buku, bagaimana susahnya mencari tempat sholat di Eropa, bagaimana Fatma yang kesusahan mendapat kerja hanya karena rambutnya terbungkus kain yang disebut hijab.
Penulis buku ini, menapaki beberapa tempat dalam upaya ziarah di tanah Eropa. Selain Wina, ada tempat-tempat lain seperti Paris, Cordoba, Granada dan Istanbul. Dalam setiap perjalannya, Hanum menulis dengan gaya bahasa yang dalam. Terasa sekali ketulusannya dalam menuliskan buku ini untuk disebarluaskan kepada pembacanya.
Setiap membaca bab dari tulisannya seperti ikut terjun merasakan bagaimana saat itu penulis di sana menapaki jejak-jejak peninggalan IsIam terdahulu di Eropa, merasakan dan meresapi bagaimana saat dulu Bani Umayyah menaklukkan Andalusia, memajukan peradaban Eropa saat masa jayanya, dilanjut dinasti Utsmaniyah yang berjaya dan masyhur kala itu sebelum akhirnya runtuh. Akan tetapi keruntuhan itu bukanlah menghilang tanpa jejak. Sejarah menjaga itu agar tetap ada bekas-bekas peninggalan yang Hanum dan suaminya jelajahi.
Saat membaca buku ini, bukan hanya aspek sejarah yang dapat dipelajari, banyak aspek lainnya seperti aspek sosial kebudayaan, atau hubungan erat terkait antar ras dan suku tergambarkan serta aspek-aspek lainnya.
Buku ini sangat menguras emosi, memanjakan mata pembaca, membuat para pembaca larut bernostalgia pada setiap babnya. Tak jarang saya menangis saat membacanya, merasakan emosional yang dirasakan penulis dalam tulisannya, merasakan bagaimana dulu, Islam pernah begitu berjaya di tanah Eropa, hal yang seharusnya tak terlupakan, hal yang seharusnya tetap harus dikenang dan dilestarikan pada benak-benak setiap orang Islam, tak hanya itu seperti harapan penulis, bukan hanya dikenang dan dilestarikan setiap orang Muslim, berharap juga cahaya-cahaya Islam yang sempat terang benderang itu dapat kembali hadir ke tanah Eropa, tidak redup dan tidak asing, berharap IsIam dapat kembali berkembang di Eropa.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk baca bukunya, rasakan sensasi mengenang hubungan Islam dengan Eropa, melihat sejarah-sejarah IsIam yang ada di Eropa, merasakan suka duka dan perasaan campur aduk lainnya dalam setiap tulisan kata dan kalimat yang ditorehkan penulis buku ini.[]