Sutawinangun, 7 Oktober 2022. Himpunan Mahasiswa (HIMA) Institut Agama Islam (IAI) Cirebon Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW/Maulid Nabi.
Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 2 Kampus IAI Cirebon. Dihadiri oleh mahasiswa semester 1, 3, 5, 7, 9, 11. Susunan acaranya meliputi marhabanan diisi dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji dan musyawarah perihal agenda di program studi (Prodi) PAI.
Acara ini berlangsung secara khidmat, dimulai dengan disampaikannya arahan dan bimbingan akademik dari Kaprodi PAI, yakni Achmad Syaefur Rokhim, M.Pd. Beliau mengemukakan bahwasanya acara ini diselenggarakan untuk memusyawarahkan kegiatan-kegiatan yang menunjang kebutuhan akademik maupun non akademik, di sisi lain beliau tidak lupa menambahkan tujuan yang paling penting ialah merekatkan silaturrahmi semua Mahasiswa/i PAI IAI Cirebon, Ukhuwah Islamiyah dan terjalinnya komunikasi antara Kaprodi dengan seluruh Mahasiswa/i PAI, agar tidak ada sekat dan rasa canggung terhadap Kaprodinya sendiri.
Seluruh Mahasiswa/i Pai diperkenankan menyampaikan kendala-kendala tatkala mengais ilmu pengetahuan di kampus IAI Cirebon. Berembuk dan memecahkan masalah dengan bersama-sama, supaya solusi yang didapat bukan hanya untuk kepentingan pribadi saja, akan tetapi untuk kebermanfaatan khalayak ramai.
Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa baru yang notabennya beberapa hari kemarin telah selesi mengikuti masa Ta’aruf (Perkenalan). Mereka belum banyak beradaptasi dengan kampus IAI Cirebon, baik di bidang akademik maupun non akademik. Tentu hal ini menjadi salah satu tujuan lainnya dengan diberlangsungkannya acara, yaitu memperkenalkan mahasiswa baru terkait kegiatan apa saja yang ada di kampus.
Setelah marhabanan yang dilantunkan oleh beberapa Mahasiswa PAI, sebagai cerminan pengembangan akan potensi diri yang berkaitan tentang keagamaan, sesi terakhir ditutup dengan makan-makan yang dimasak dan dibawa oleh Mahasiswa PAI itu sendiri. Makanan yang dibawa oleh mahasiswa berpedoman pada tradisi di masyarakat jika ada kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut, masyarakatnya berinisiatif gotong royong untuk membawa bekal agar di makan bersama-sama.
Aktivitas ini memang terlihat sederhana, namun jika ditelaah lebih dalam mengalirkan pelajaran terkait persatuan, kesatuan dan kekompakan, bahwa satu ikat sapu lidi bisa menyapu bersih halaman, tapi jika hanya menggunakan satu biji lidi, sebuah halaman sampai kapapnpun tidak akan pernah bersih.
Recent Comments